Search
  • Ardi Arif Suden

Mengapa Halofudi Daily Meals Super Convenient?

Salah satu yang menjadi pembeda paling utama Halofudi dengan solusi catering lain adalah kemudahan dan flexibilitas. Misi dari Halofudi adalah menyediakan daily meals terbaik yang sehat, higienis, enak, dan cocok dengan kebutuhan kamu sehingga kamu benar-benar tidak perlu mikirin soal makanan lagi.


Let us handle your daily meals so that you can focus on things that matter.


Sebelum kita membahas lebih lanjut, mari kita lihat kasus yang terjadi oleh kak Yanti (bukan nama sebenarnya). Kak Yanti kerja di suatu perusahaan swasta. Suaminya bekerja di perusahaan lain. Mereka dikaruniai 2 orang anak, 1 di SMP dan 1 SMA. Di rumahnya mereka dibantu oleh seorang ART. Kak Yanti sangat menyukai seafood, sedangkan suaminya alergi seafood.


Di saat sekarang ini, ka Yanti dan suaminya memiliki jadwal WFH dan WFO yang tidak menentu. Kedua anaknya masuk ke sekolah. Makan siang dan malam disiapkan oleh ART dengan bahan-bahan dibeli oleh ART di pasar terdekat. Ketika kak Yanti dan suami berada di kantor, biasanya mereka membawa bekal dari rumah. Jika ternyata kurang cocok makanannya, terkadang membeli dari layanan online delivery. Demikian juga dengan 2 anak, bawa bekal, namun jika tidak cocok, mereka beli makanan di luar. Ketika malam hari mereka berkumpul makan malam di rumah. Terkadang masak, terkadang beli makanan.


Profil dari kak Yanti dan keluarga adalah profil yang cukup general menggambarkan keluarga di Jabodetabek pada umumnya. Sekilas kondisi tersebut seakan-akan baik-baik saja dan tidak ada masalah. Namun jika kita tinjau lebih lanjut, berikut poin-poin yang menjadi permasalahan.


1. Potensi terpapar Covid19

Untuk memasak sendiri tentunya kita butuh menyiapkan bahan-bahan masakan. Akan ada potensi penularan Covid19 ketika kita ataupun ART belanja bahan memasak di pasar terdekat, ataupun di supermarket.


2. Menghabiskan waktu lebih

Untuk beli bahan baku, bisa saja kita bisa membeli bahan dari online. Tetapi tentunya akan menghabiskan banyak waktu jika semua bahan dapur kita beli dari online. Ditambah lagi dengan asupan promo ongkir yang semakin menipis, kita harus menghabiskan waktu lebih mengatur strategi agar tetap hemat.


3. Budget tak terkendali

Memasak sendiri memang terkesan lebih hemat. Namun setelah dihitung detailnya tidak serta merta demikian. Kita bisa saja menganggarkan biaya untuk belanja bulanan, tetapi sering kali ketika belanja jarang sekali kita mengecek harga satu per satu. Dan biasanya ketika kita mengetahui kenaikan harga tersebut, pembelanjaan telah terjadi. Salah satu contoh minyak goreng. Dulu harga 1 liter minyak goreng per liter masih sekitar 12rb. Itu sudah mendapatkan minyak goreng dengan merk ternama. Namun sekarang harga minyak berkisar 16 - 18rb per liter. Demikian juga harga bahan-bahan lainnya.


Ketika kita membeli bahan sendiri ataupun meminta bantuan ART, tentunya kita tidak bisa mengaturnya. Jika bukan terpaksa, sering kali kita mengetahui over budget ketika sudah belanja, atau akhir bulan ketika sadar keuangan menjadi lebih berat.


4. Food waste

"Hari ini saya bawa bekal dari rumah. Pas lihat makanannya, duh bosan... Beli makan aja ah..." Ini mungkin sering dialami oleh kita ataupun anak-anak kita. Bekal yang sudah dipersiapkan tidak dimakan, yang akan menjadi food waste dan tentunya mubazir, yang tentunya membuat budget bulanan menjadi membengkak. Belum lagi termasuk food waste karena bahan masakan membusuk, ataupun expired.


Indonesia adalah penghasil food waste terbesar kedua di dunia. Berdasarkan Economist Intelligent Unit (EIU), penduduk Indonesia menghasilkan rata-rata 300kg limbah makanan per tahun. Limbah makanan tersebut berasal dari mabakan yang rusak sebelum dimasak, ataupun makanan yang tidak termakan.


5. Telat makan

Sering sekali jadwal yang padat membuat kita telat atau lupa makan. Setelah melihat jam, tahu-tahu sudah jam makan siang. Tentu saja jika membawa bekal, kita dapat langsung menyantapnya. Tetapi kalau kita memesan online delivery, sudah hampir dipastikan makanan tiba di luar jam makan siang kita. Dari survey yang dilakukan oleh Halofudi, rata-rata orang bingung memilih makanan dari food delivery 20 - 30 menit. Bahkan ada yang sampai 1 jam. Secara rata-rata, dari kita mau memesan, sampai makanan tiba sekitar 50 - 60 menit.


6. Tidak fokus

Hal ini jarang disadari oleh orang-orang. Betapa banyaknya perhatian kita yang habis hanya untuk memikirkan makanan. Jika kita masak sendiri, sudah tentu kita akan menghabiskan waktu 2 - 3 jam sehari, belum termasuk belanja dan membersihkan peralatan. Jika memiliki ART, tentu kita tidak menghabiskan sebanyak itu waktu. Namun kita tetap harus menaruh perhatian, seperti memberikan uang belanja ke ART, mengajari cara penyimpanan yang benar dan higienis, menginstruksikan menu masakan, dan mengecek sisa uang belanja (mayoritas dari kita tidak sempat melakukannya). Jika membeli makanan dari aplikasi online delivery, waktu yang dihabiskan lebih sedikit, tetapi cukup memakan perhatian untuk memilih makanan sesuai preferensi.


Mungkin kita pernah mempertimbangkan untuk menggunakan jasa catering. Namun hampir semua catering tidak flexible. Terkadang kita tidak berada di kantor, atau sedang pengen masakan tertentu. Makanan yang didapat juga sering sekali ala kadarnya (ini akan saya bahas pada artikel berikutnya)


Dengan menggunakan Halofudi Daily Meals, semua masalah tersebut terselesaikan. Kamu hanya butuh melakukan top up, menginformasikan alamat kamu dan petunjuk-petunjuk, seperti preferensi dietary dan lain-lain.


Dalam kasus kak Yanti, dia dapat menginformasikan alamat rumah, alamat kantor dia, alamat kantor suami, alamat sekolah anak (beserta instruksi pengiriman, misal kantor titip OB atas nama Pak Kirman, nomor 081xxx). Hanya butuh sekali menginformasikan bahwa suaminya alergi seafood. Setelah itu dia dapat melakukan top up di Halofudi sekaligus.


Setiap minggu hanya membutuhkan waktu kurang dari 15 menit untuk memberikan menu Halofudi kepada semua keluarganya dan menginformasikan kepada admin Halofudi mau dikirim hari apa saja. Dengan sistem yang sangat flexible, pesanan di Halofudi tidak harus setiap hari dan menyesuaikan dengan kebutuhan kamu. Hari Senin makan siang, mau diantar ke 4 alamat (kantor dan sekolah) tidak masalah. Senin malam, kebetulan si kecil ulang tahun dan ingin dirayain dengan makan makanan kesukaannya, tinggal skip pengiriman dari Halofudi. Selasa ada jawdal WFH, tinggal request kirim ke rumah. Malamnya ingin dinner dari Halofudi, tinggal request dikirimin 4 pax ke rumah. Rabu suami harus dinas sampai Jumat, yang lain tetap dikirim, sedangkan suami tidak.


Semua itu dilakukan dengan budget yang sangat terkendali. Hanya dengan 38rb/pax kamu sudah dapat memperoleh makanan yang halal, sehat, no MSG dan enak tentunya. Dengan menggunakan Halofudi Daily Meals, kamu juga tidak perlu menyetok bahan di dapur. Jika menunya kurang cocok, kamu bisa tinggal skip dan memesan makanan sendiri, ataupun masak sendiri sehingga tidak mubazir. Kamu hanya membayar apa yang kamu perlukan, yang akan membuat kamu lebih hemat.


Tidak perlu kuatir telat makan lagi, karena sebelum jam 12 (lunch) dan sebelum jam 5.30 (dinner) makanan sudah tiba di tempat kamu. Kamu juga bisa membuat catatan pengiriman agar kurir tidak selalu menelepon kamu (misal taruh di keranjang biru dalam pagar, WA ke nomor saya beserta fotonya).


Misi Halofudi adalah menyediakan solusi makanan sehari-hari dengan sangat convenient, halal, sehat, enak dengan harga terjangkau. Dengan Halofudi Daily Meals, kamu bisa benar-benar tidak perlu memikirkan makanan kamu dan keluarga lagi. Percayakan Daily Meals kamu kepada Halofudi sehingga kamu bisa fokus ke hal lainnya.

123 views0 comments

Recent Posts

See All