Search
  • Ardi Arif Suden

Ini Alasan Kenapa Kami Membuat Halofudi Daily Meals.


Di akhir tahun 2021, saya dan istri saya, Zahra, memutuskan untuk membuat solusi Daily Meals. Dalam artikel ini saya akan men-share alasan kami membuat Halofudi Daily Meals.


Zahra memiliki penyakit autoimun, dan penyakit Gerd yang sangat parah. Kondisi medis tersebut lebih dari 10 tahun. Sudah puluhan dokter dari lokal sampai mancanegara sudah dikunjungi. Mayoritas dokter yang memberikan resep obat steroid untuk autoimun. Tapi karena Gerd yang cukup parah, obat tersebut tidak dapat diterima di lambung, yang mengakibatkan muntah-muntah yang berkepanjangan. Pada akhirnya semua makanan ditolak dan harus dirawat di ICU dan diinfus makanan agar ada gizi yang masuk ke dalam tubuh. Demikian hal tersebut berulang-ulang dari satu dokter ke dokter lainnya tanpa ada long term solution. Dalam waktu 10 tahun, Zahra sudah keluar masuk rumah sakit puluhan kali dan semakin hari kondisinya semakin memburuk, sampai terjadi bleeding. Hal ini tentu sangat mengganggu aktivitasnya sehari-hari.


Singkat cerita, kami mencoba mempelajari symptom dan effect. Sampai akhirnya kami sampai ke kesimpulan bahwa makanan yang dimakan sangat mempengaruhi badannya. Sedikit saja makan MSG, Zahra akan mengalami rasa sakit yang amat sangat di kepalanya. Sedikit saja salah makan makanan yang kotor dan kualitas yang tidak terjaga akan menyebabkan muntah berkepanjangan, yang membutuhkan waktu at least 1 minggu untuk recover. Kadang sampai harus ke UGD diinfus antibiotik untuk menurunkan gejala agar dapat bekerja kembali.


Di satu sisi, tingkat kesibukan kami cukup tinggi. Pada usia prima, tentunya kami memiliki tujuan untuk mewujudkan cita-cita kami. Hal ini membuat kami tidak memiliki waktu yang cukup untuk memasak setiap hari. Selain itu, mobilitas kami juga tergolong cukup tinggi. Sebelum masa covid, tinggal di Jakarta Pusat, kantor di Tangerang dan meeting di berbagai tempat di Jabodetabek.


Satu-satunya alternatif kami adalah membeli makanan. Namun hal ini membuat kami cukup stress. Setiap kali memesan makanan seperti bertaruh dengan kesehatan Zahra. Dengan budget terbatas tentunya, kami harus bisa memilih makanan yang tepat. Sehat, bersih, tanpa MSG, syukur-syukur bisa enak. Kami tentu mencoba berbagai makanan dengan embel-embel "healthy".


Namun, setiap kali makan makanan dari luar, hampir setiap kali kepala Zahra sakit. Tandanya ada kadar MSG yang cukup tinggi. Dan kalau delivery order, hampir semuanya muntah. Kami juga mencoba beberapa catering "sehat", tapi belum bisa menjadi solusi. Sering kali makanan yang didapatkan tidak proper. Walaupun menggunakan embel-embel "sehat" tapi banyak gorengan, terlalu berminyak, tidak fresh dan lain-lain. Bahkan kami pernah mendapatkan makanan yang sudah tidak layak dan basi. FYI catering yang kami pesan dengan harga 50rb sekali makan.


Hal ini sangat membuat kami tidak bisa fokus. Sebelum jam makan, kami harus mem-browsing makanan 30 - 60 menit. Ada 1 2 tempat makan yang aman tapi menu nya sangat terbatas (kami pernah pesan makan di satu tempat sampai 1 minggu, dan tentunya sangat bosan). Ketika coba tempat lain, penuh kekhawatiran. Bisa dibayangkan kami harus menghabiskan berjam-jam hanya untuk browsing makanan. Dan tidak ada jaminan makanannya cocok, baik untuk kesehatan ataupun rasa.


Sebelum Covid, kami memiliki banyak client F&B, baik itu catering ataupun restoran. Karena beberapa hal, kami mengunjungi dapur mereka. Untuk beberapa client besar kami, memang dapurnya cukup bersih dan terjaga. Namun, mayoritas dapur yang lain masih ala kadarnya, atau jauh dari kata layak. Saya langsung bisa mengerti kenapa sering sekali Zahra muntah jika makan masakan dari luar. Bahkan ada perkataan bahwa "Kalau sudah melihat kitchen di resto atau rumah makan, kamu tidak akan mau makan di sana lagi." Tentu hal ini tidak berarti semuanya, tetapi cukup mencengangkan bahwa banyak sekali yang menggunakan dapur yang tidak proper.


Kami langsung berpikir betapa mengerikan bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh kita semua. Ternyata seperti ini behind the scene-nya. Saya yakin tidak semua orang se-sensitif Zahra, dimana langsung berdampak terhadap tubuh dalam seketika. Tapi saya yakin makanan yang diolah dengan kurang proper jika dimakan secara long term oleh siapapun akan memiliki efek negatif untuk tubuh. Dan kamu juga pasti setuju dengan statement ini.


Untuk orang-orang yang punya banyak waktu masak sendiri, atau mampu untuk selalu makan makanan yang terjamin dari restoran yang sudah terjamin higienisnya (atau bahkan bisa hire private chef) tentu hal ini tidak menjadi masalah. Tapi banyak dari kita tentu saja memiliki budget terbatas atau cukup sibuk untuk memasak sendiri. Apalagi di tengah pandemi seperti ini, kita harus sangat menjaga makanan kita agar diproses sesuai dengan protokol kesehatan. Serta banyak dari kita yang waktu kerjanya tidak menentu antara WFH dan WFO. Hal inilah yang membuat kami membuat Daily Meals Halofudi.


Dengan Daily Meals Halofudi kamu bisa:

  1. Makan makanan dengan bahan premium dan non MSG,

  2. Dimasak oleh Executive Chef secara profesional dan hygiene mengikuti standar HACCP dan sesuai prokes,

  3. Menikmati rotasi menu inovatif yang tidak bikin kamu bosan,

  4. Flexible mengikuti jadwal WFO dan WFH kamu,

  5. Jika memiliki alergi kamu bisa infokan.

Kamu bisa mendapatkan itu semua dengan harga terjangkau karena Halofudi mengambil profit yang sangat tipis (dalam beberapa artikel berikutnya kami akan membahas ini). Hal ini bertujuan agar kita semua bisa memperoleh makanan dengan kualitas terbaik dengan harga yang terjangkau. Because we believe everyone deserves good food.


Solusi Daily Meals ini dibuat agar kamu sudah sama sekali tidak perlu memikirkan makanan kamu lagi. Let us handle your daily meals so you can focus on things that matter. Semoga dengan adanya Daily Meals ini kita semua dapat terbantu untuk urusan yang paling utama, yaitu makanan.

105 views0 comments

Recent Posts

See All